hari itu tiba 2 jam lebih telat dari biasanya, tentu sja karena
insiden malam harinya yang membuat pengendara mabuk itu menghembuskan
nafas terakhirnya. handphoneq tak henti-henti berdering beserta
getarannya. pesan dan panggilan yang tak lain menanyakan 'sekarang sudah
di mana? kenapa belum tiba juga?'.
aku tau mereka khwatir.. akupun demikian.
buspun terhenti..
alhamdulillah.. akhirnya sampai juga.
ku pijakkan kakiku pada rerumputan yang masih basah oleh embun.. tepat d depan pintu bus. 'terima kasih'. ucapku pada kenek bus.
menoleh membelakangi jalanan abu-abu.. ku menemui wajahmu.. tersenyum dan menyebut namaku.
ya.. ku tau kau menyebut namaku, dari tarikan bibirmu.. meski tak terdengar. tetapi dapat q rasakan.
aku pun hanya bisa tersenyum sembari tunduk hormat padamu.
hanya sesingkat itu.. akupun berlalu.
hal
itu biasa terjadi pada waktu dan situasi yg sama.. namun kali ini
terasa berbeda. ada rasa bersalah d hatiku karena tak menghampiri dan
menjabat tanganmu..
aneh.
kata orang-orang.. akan ada tanda yang diperlihatkan oleh orang yang akan pergy untuk selamanya..
tapi.. pikiranku tak sampai k situ pada saat itu.
setelah menerima kbar bahwa kau telah pergi.. barulah aku sadar.
pagi itu adalah pagi dengan senyum terakhir yang kau layangkan untukku.
selamat jalan 'GURU' ..
meski hanya setahun menjadi muridmu.. kau membuatku bangga jadi muridmu selamanya..
airmata dan doa.. mengantarmu menghadap_Nya.
dedicated to my beloved teacher.
Yuni Sriyanti
makassar, 1 Februari 2011.
Sabtu, 12 Januari 2013
Believe
Starting from white paper…
Writing
Thinking what I would be...
Open the sheet.
I found something… something I know.
My faith in you
I read… whispers.
The sound of love..
I believe
I believe you since you’re not here
Not with me, but with my love.
Green… I believe us
Be the one in pleasure.
Langganan:
Postingan (Atom)
